Sarang Semut Papua Indonesia. Traditional
0
Pengunaan sarang semut
sebagai bahan obat adalah hipokotil atau umbi yang dipotong tipis-tipis, dan
dapat digunakan segar ataupun setelah dikeringkan. Agar dapat disimpan, ubi yang yang sudah
diberishkan dipotong-potong dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat
terbuka, jangan dibawah sinar matahari. Dapat juga dikeringkan dalam oven
dengan suhu tidak lebih dari 60 derajat celcius. Bagian yang digunakan sebagia
obat, potongan umbi yang sudah dibuat serbuk direbus dalam air selama 15-30
menit, setelah rebusan mendidih, jangan terlalu lama karena ada kandungnan
kimia berkhasiat yang rusak kalau dipanaskan terlalu lama. Untuk pemakaian 1
hari cukup digunakan 10 g serbuk umbi kering dalam 300 cc air. Setelah disaring
diminum untuk 3 kali sehari. Pengunaan sarang semut dosis ini dapat di tamabh
dan tidak beracun.
Penggunaan sarang
semut bagian umbi sarang semut berkhasiat sebagai obat dikarenakan mengandung
metabolit primer dan sekunder tumbuhan inang, tumbuhan sarang semut dan jenis
semutnya sendiri. Jadi banyak jenis zat yang
bermanfaat sebagai nutrisi (metabolit primer) maupun zat berkhasiat seperti
flavonoid, saponin, glikosida dan tannin. Selain itu hasil penelitian juga
menunjukkan kandungan vitamin E dan sejumlah mineral.
Dari penelitian,
diketahui adanya khasiat penggunaan sarang semut untuk mengobati kanker
payudara dan uterus. Khasiat antikanker dari sarang
semut kemungkinan disebabkan karena banyak zat yang berkhasiat sebagai
antioksidan. Salah satu mekanisme yang telah terungkap adalah induksi apoptosis
(kematian sel) ditunjukkan dengan adanya perubahan morfologi dan fragmentasi
DNA. Efek samping menjadi salah satu pertanyaan yang banyak dianjurkan,
untunglah berdasarkan peneltian yang telah dilakukan, tidak ada efek samping
atau sifak toksik dari sarang semut.
Sebagai epifit, tumbuhan sarang semut potensial untuk
dikembangkan sebagai obat antikanker. Kandungan zat berkhasiat yang ada
di dalamnya berasak dari tumbuhan inang dan tumbuhan sarang semut sendiri,
metabolit sekunder yang terbentuk selama simbiosis merupakan
senyawa obat baru, sebagaimana tumbuhan parasit yang sudah dikembangkan sebagai
obat antikanker (contohnya benalu teh).
Banyak pengguna Sarang Semut melaporkan kondisi kesehatan mereka
membaik setelah secara rutin mengkonsumsi herbal ini, beberapa bahkan melaporkan
sudah tidak menggunakan insulin lagi. Kemampuan Sarang Semut dalam pembantu
pengobatan diabetes diduga karena kemampuan herbal ini untuk memulihkan fungsi
organ tubuh, khususnya pankreas, sehingga dapat menghasilkan hormon insulin
yang cukup, dengan demikian gula darah dapat diolah menjadi zat yang mudah
diserap oleh tubuh.
Banyak masyarakat yang menderita kanker
sembuh setelah mengkonsumsi sarang semut.Cara mengkonsumsi sarang semut dapat dilakukan
dengan mengeringkan sarang semut dan menumbuknya menjadi bubuk kemudian bubuk
di rebus dalam air selama beberapa lama hingga air rebusan berwarna cokelat
lalu diminum seperti teh (teh sarang semut) atau anda juga dapat membelinya
karena saat ini sudah banyak yang jual teh sarang semut papua dalam
bentuk kemasan maupun ekstrak dengan harga terjangkau.
Sarang Semut
Saat Anda mendengar namanya (sarang semut) apa yang
ada di benak Anda? Bagi yang masih asing dengan nama herbal satu ini, akan
terkejut bila tahu bahwa yang dimaksud sarang semut bukanlah sarang dari para
semut melainkan nama sebuah tanaman. Ya
tanaman yang satu ini memang lebih dikenal dengan nama semut dibandingkan
dengan nama ilmiahnya Myrmecodia Pendans. Bukan sarang yang banyak
dilihat di dalam tanah, karena sarang semiut ini merupakan tanaman yang
memang terjadi liang bagi semut.Sarang semut adalah
tumbuhan epifit yang menempel pada tumbuhan asing yang menempel pada tumbuhan
inang. Misalnya adalah pohon kayu putih (Melalueca), cemara gunung (Casuarina),
kaha (Castanoposis), beech (Nothofagus) dan beberapa jenis kayu lain di
hutan. Tumbuhan ini memiliki batang tunggal tanpa percabangan dan
pangkalnya menggelumbung membentuk bangunan seperyi umbi yang disebut hipokotil
(caudex) permukaannya kasar dan dipenuhi duri tajam. Hipokotil ini memiliki
dahing yang biasanya digunakan sebagai rumah atau sarang semut sehingga
berongga-rongga, oleh karena itu tumbuhannya disebut sebagai tumbuhan sarang semut. Bagian batang yang membesar ini
yang biasanya disebut umbi. Jadi berbeda dengan umbi yang biasanya merupakan
bagian batang yang ada di dalam tanah. Sarang semut terlihat menggantung pada
pohon inangnya.
Tumbuhan sarang semut
banyak tumbuh di Malaisya, Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa Papua,
Papua Nugini, Cape York sampai ke Kepulauan Solomon. Di Papua sendiri populasi sarang semut
banyak karena daerahnya sebagian besar adalah dataran tinggi, tempat yang
tepat bagi tumbuhan sarang semut untuk berkembang biak, ayitu diatas 600 mdpl.
Satu hipokotil/umbi sarang semut selalu dihuni oleh hanya satu jenis semut.
Tercatat, ada 26 jenis tumbuhan sarang semut. Dan tumbuhan sarang semut yang
dipakai untuk pengobatan adalah spesies Myrmecodia pendens Merr & Perry.
Jenis ini banyak tumbuh di daerah wamena, Papua. Sarang semut jenis ini dihuni
oleh semut jenis Ochetellus sp. Semut bersarang di dalam umbi sarang
semut karena di dalamnya tersedia cukup makanan dalam bentuk karbohidrat
sehingga merasa aman. Karena permukaan umbi dipenuhi duri.
Selain itu Myrmecodia pendes termasuk
dalam suku Rubiaceae jenis atau spesies lain adalah M. tuberose bellosa,
M. uberosa versteegii, M, tuberose pulvinata, M tuberose papuana, M. tuberose
manusensis dan M. tuberose dahlil. Disamping Myrmecodia terdapat jenis
atauu spesies lain yaitu Hydnophitum, tetapi yang banyak digunakan adalah jenis
atua spesies Myrmecodia. Jadi ada kerja sama yang
berisfat simbiosis mutualisis antara sarang semut, tumbuhan inang dan semut. Hasil
simbiosis ini adalah bermacam-macam metabolit terdapat dalam daging umbi yang
berongga-rongga yaitu kabohidrat, tannin dan berbagai macam flavonoid. Hasil
simbiosis inilah yang menyebabkan sarangs emut (yang sudah ditinggalkan
semutnya) memiliki khasiat sarang semut sebagai obat.
Sarang Semut Khasiat
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr.Ir. M. Ahkam Subroto M.App.Sc., beliau seorang peneliti yang kini masih terus meneliti tumbuhan sarang semut untuk kesehatan manusia, tumbuhan yang memiliki banyak kandungan senyawa alami seperti flavonoid dan tannin. Kedua senyawa ini menjadi bagian penting untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh terhadap gangguan kesehatan baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh itu sendiri.
Flavonoid yang merupakan salah satu
senyawa alami yang dimiliki dari sarang semut, flavonoid adalah sejenis senyawa
alam yang menjadi bagian dari senyawa fenolik yang berfungsi untuk membentuk
pigmen tumbuhan. Flavonoid sangat dibutuhkan oleh tubuh, bagi seseorang yang
sedang mejalani diet sehat, tak hanya itu flavonoid juga sangat baik sebagai
antioksidan yang berkhasiat mencegah kanker.
Flavonoid akan bekerja dengan lebih
sempurna apabila dipadukan dengan vitamin C, maka flavonoid akan bekerja lebih
optimal untuk meningkatkan kinerja vitamin C, mencegah pengeroposan tulang,
sebagai antibiotik dan anti-inflamasi.
Sarang semut cukup banyak memiliki
kandungan senyawa asli dari sarang semut dan senyawa yang terbawa dari alam,
kandungan senyawa alami yang terkandung di dalam sarang semut, seperti
flavonoid, tannin, antioksidan tokoferol (vitamin E) dan beberapa mineral
lainnya seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan magnesium.
Beberapa unsur senyawa alami tersebut
juga memiliki khasiat tersendiri yang cukup baik dan sangat dibutuhkan oleh
tubuh. Sehingga tak perlu diragukan lagi khasiat dan manfaat yang dapat diraih
dari mengkonsumsi sarang semut baik dalam bentuk serbuk maupun kapsul yang
keduanya sama-ama memberikan keuntungan yang baik bagi tubuh kita dalam jangka
waktu yang cukup lama serta membantu tubuh untuk tetap memelihara kondisi
kesehatan organ tubuh serta melawan dampak buruk dari gangguan kesehatan
lainnya.
Khasiat Sarang Semut
Secara empiris (pengalaman nyata) sarang
semut tak hanya mampu menyembuhkan tumor dan kanker. Penyakit-penyakit lainnya
yang berhasil diatasi oleh kerabat kaca piring itu antara lain bronkhitis,
dibaetes mellitus, hipertensi, jantung koroner, dan stroke.
Oleh karena itu banyak orang kini
menyandarkan harapan dari sebuah kesembuhan pada sarang semut. Penelitian
tentang sarang semut tidakhanya dilakukan oleh para peneliti dari negeri
sendiri, bahkan para peneliti dari negeri jiran Malyasia membukikannya melalui
serangkaian riset ilmiah. Dalam uji in vitro, anggota famili Rubiacceae itu
terbukti mampu mengatasi sel kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui
Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya seperti
Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan arjun Hari banskota. Mereka yang bekerja di
toyama medical and Pharmaceutical University.
Qui Kim Tran mengambil by ki nam
(sebutan untuk sarang semut) di Vietnam dari Tinh Bien, Provinsi Angiang dan
Provinsi Lamdong. Di negeri lumbung beras itu sarang semut secara tradisional
dimanfaatkan untuk mengatasi beragam penyakit seperti diare, hepatitis,
keputihan, malaria dan rematik.
Tumbuhan yang memiliki berat 2-3 kg itu
kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran
methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alais
mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru-paru
dan kanker usus.
Masing-masing hasil ekstraksi itu lalau
diberikan kepada setiap sel kanker, hasilnya menakjubkan, sarang semut
mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia kedokteran, proliferasi
berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti
pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Menurut dr. Willy Japaries MARS,
beliau mengatakan Antiprofilerasi berarti menghambat proses perbanyakan sel
itu.
Khasiat
Sarang Semut Papua
Papua memang dikenal sebagai wilayah
yang menghasilkan cukup banyak tanaman yang dapat dijadikan obat herbal
tradisional yang memang memiliki khasiat dan manfaat yang luar biasa yang dapat
digunakan sebagai obat untuk mengempur beragam penyakit. Meski letak wilayah
Papua berada di ujung timur kepulaun Indonesia, sudah diketahui sejak lama
tanah Papua menyimpan banyak manfaat dari berbagai tanaman atau tumbuhan yang
dapat dijadikan obat.
Kini banyak pengobatan tradisional
digunakan sebagai salah satu alternatif yang paling baik meski harus bersaing
dengan pengobatan secara modern. Tetapi pengobatan dengan menggunakan bahan
herbal alamiah masih mendapat tempat bagi para penderita dari suatu penyakit
tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal sebagai satu solusi yang baik,
pengobatan herbal tidak mengakibatkan efek samping apapun, jika digunakan
sesuai dengan petunjuk dan cara pengolahan atau cara membuat suatu ramuan
dengan baik.
Sarang semut merupakan salah satu
tumbuhan atau tanaman yang berasal dari tanah Papua asli Indonesia. Kini banyak
pengobatan untuk menyembuhkan atau sebagai pencegahan lebih dini dengan
menggunakan SARANG SEMUT. Sarang semut yang diketahui memiliki banyak kandungan
senyawa alami yang berasal dari lempengan dan liur semut yang membentuk
labirin. Ekstrak sarang semut sudah melalui proses uji radikal bebas
1-1-difenil-2-pikrilhidazil (DPPH) dengan konsentrasi penghambatan (IC50)
antara 28-49 ppm. Sarang semut pun telah melalui proses pengolahan dengan
menggunakan teknologi ekstrasi yang memenuhi syarat dari CPOTB (Cara Pembuatan
Obat Tradisional yang Baik).
Secara tradisonal
sarang semut digunakan untuk membantu mengobati beragam penyakit. Beberapa di
antaranya adalah sebagai berikut :
1. Berbagai jenis kanker dan tumor
seperti kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker liver, kanker
paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker leukimia, kanker
prostat.
2. Gangguan jantung
3. Stroke ringan atau berat
4. Menghilangkan benjolan-benjolan
payudara
6. Ambeien/ wasir yang baru atau lama
7. Migrain (sakit kepala sebelah)
8. Rematik
9. Melancarkan dan meningkatkan Air Susu
Ibu (ASI)
10. Melancarkan peredaran darah, pegal
linu dan nyeri otot
11. Memperbaiki dan meningkatkan stamina
tubuh
12. Meningkatkan vitalitas.


0 komentar: